Logo IAIN Takengon
hero background

Program Studi

Ilmu Al-qur'an dan Tafsir

Fakultas Syariah, Dakwah & Ushuluddin

Akreditasi Baik

Gelar Lulusan:

Sarjana Agama (S. Ag)

Durasi Kuliah:

4 Tahun

Total SKS:

144 SKS

Jalur Penerimaan:

  1. SPAN PTKIN
  2. UMPTKIN
  3. Jalur Mandiri

Profil Program Studi

Selamat Datang di Program Studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT) IAIN Takengon Menyelami samudera Al-Qur'an adalah perjalanan ilmu yang tak bertepi. Program Studi IAT IAIN Takengon hadir sebagai pusat kajian mukjizat terbesar umat Islam dengan memadukan kekayaan metodologi tafsir klasik (turats) dan pendekatan kontemporer. Di bawah naungan udara sejuk Dataran Tinggi Gayo, kami membimbing mahasiswa untuk tidak hanya menghafal, tetapi juga memahami, menganalisis, dan mengontekstualisasikan nilai-nilai Al-Qur'an guna menjawab problematika kemanusiaan masa kini. Bersama kami, mari menjadi generasi mufasir yang moderat, berwawasan luas, dan berakhlak Al-Qur'an.

Prospek Alumni

Lulusan Prodi IAT IAIN Takengon dipersiapkan menjadi ahli di bidang studi Al-Qur’an yang memiliki kedalaman spiritual sekaligus ketajaman intelektual. Lulusan program studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir memiliki prospek sebagai Akademisi, Peneliti & Mufasir Muda, Praktisi Pendidikan dan Tahfidz, Tokoh Agama & Penggerak Dakwah, Kreator Konten & Media Islam, serta masih banyak lagi.

Capaian

  1. Kepakaran Bidang Tafsir: Menguasai metodologi tafsir klasik (turats) dan kontemporer secara mendalam serta mampu mengaplikasikan perangkat ilmu Al-Qur'an untuk menjelaskan makna ayat secara saintifik.
  2. Kemahiran Tahfidz dan Qira'at: Memiliki kualiti hafalan Al-Qur'an yang baik, tartil, dan menguasai dasar-dasar ilmu qira'at serta ulumul qur'an sebagai fondasi utama seorang sarjana agama.
  3. Kemampuan Penyelidikan dan Analisis: Mampu melakukan kajian ilmiah dan penyelidikan terhadap fenomena sosial melalui perspektif Al-Qur'an untuk memberikan solusi terhadap pelbagai persoalan umat masa kini.
  4. Integrasi Dakwah dan Moderasi: Menampilkan karakter mufasir yang moderat (wasathiyah), mampu mensyiarkan nilai-nilai Al-Qur'an melalui media digital, serta menjadi teladan berakhlak mulia di tengah masyarakat.