Logo IAIN Takengon
hero background

Program Studi

Komunikasi dan Penyiaran Islam

Fakultas Syariah, Dakwah & Ushuluddin

Akreditasi B

Gelar Lulusan:

Sarjana Sosial (S. Sos)

Durasi Kuliah:

4 Tahun

Total SKS:

144 SKS

Jalur Penerimaan:

  1. SPAN PTKIN
  2. UMPTKIN
  3. Jalur Mandiri

Profil Program Studi

Selamat Datang di Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) IAIN Takengon Di era informasi yang bergerak sangat cepat, dunia membutuhkan komunikator yang tidak hanya terampil mengoperasikan teknologi, tetapi juga memiliki kedalaman makna. Program Studi KPI IAIN Takengon hadir untuk mencetak praktisi media, jurnalis, dan content creator yang mahir dalam teknik komunikasi digital namun tetap berpijak pada nilai-nilai etika islami. Kami berkomitmen membentuk lulusan yang kreatif, kritis, dan mampu memanfaatkan media sebagai sarana syiar yang menyejukkan di tengah dinamika masyarakat global.

Prospek Alumni

Lulusan Prodi KPI IAIN Takengon dipersiapkan menjadi praktisi komunikasi yang adaptif terhadap teknologi digital dengan tetap membawa misi dakwah yang menyejukkan. Lulusan program studi Komunikasi Penyiaran Islam memiliki prospek sebagai Praktisi Media & Penyiaran (Broadcasting), Jurnalisme Multimedia, Industri Kreatif & Digital, Komunikasi Publik & Humas (Public Relations) serta masih banyak lagi.

Capaian

  1. Kepakaran Komunikasi dan Penyiaran: Menguasai teori komunikasi, teknik penyiaran (radio/TV), dan jurnalistik secara mendalam untuk menghasilkan karya media yang profesional dan beretika.
  2. Kemahiran Produksi Media Digital: Terampil dalam mengoperasikan teknologi multimedia, mulai dari fotografi, videografi, hingga pengelolaan media sosial sebagai sarana dakwah dan informasi yang kreatif.
  3. Integrasi Dakwah dan Komunikasi: Mampu merancang strategi komunikasi dan konten penyiaran yang mengintegrasikan nilai-nilai Islam moderat untuk menyebarkan pesan kedamaian di tengah masyarakat.
  4. Etika Komunikasi dan Integritas: Memiliki karakter komunikator muslim yang menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, mampu menangkal hoaks, serta menunjukkan tanggung jawab sosial dan moral dalam setiap produk komunikasi.